/ / 8 Etos Kerja Profesional

8 Etos Kerja Profesional

8 Etos Kerja Profesional - Merupakan judul buku yang dipopulerkan dan dikembangkan oleh Jasen Sinamo. Selain itu, dia juga dijuluki sebagai Guru Etos Indonesia, melalui bukunya "8 Etos Kerja Profesional" telah memotivasi dan menginspirasi ribuan orang untuk selalu bekerja penuh syukur, penuh tanggung jawab, penuh integritas, penuh semangat, penuh cinta, penuh kreativitas, penuh ketekunan, dan penuh kerendahan hati, menciptakan lingkungan perusahaan yang sinergis, produktif, dan berdaya saing.

Jasen Sinamo juga mengatakan dalam buku barunya tersebut bahwa manusia itu pada dasarnya adalah pencari kesuksesan. Arti sukses itu sendiri dipandang relatif oleh sebagian masyarakat dari segi pencapaiannya, namun ada satu hal yang tetap dilihat sama oleh masyarakat dari zaman apapun yakni cara untuk mencapai kesuksesan dengan 8 etos kerja berikut ini:
1. Kerja adalah Rahmat
Apa pun pekerjaan kita, entah pengusaha, pegawai kantor, sampai buruh kasar sekalipun adalah rahmat dari allah. karena itu, tidak semua orang mendapat pekerjaan (masih jutaan orang yang tidak bekerja). Bekerja merupakan sebuah “lantaran” bagi seseorang untuk mempunyai saluran rezeki Karena itu, bekerja sebenarnya juga merupakan anugerah yang kita terima tanpa syarat, sperti halnya menghirup oksigen dan udara sehat tanpa biaya sepeser pun.

Bakat dan kecerdasaan yang memungkinkan kita bisa bekerja adalah anugerah. Dengan bekerja, setiap tanggal muda kita menerima gaji, menerima keuntungan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dengan bekerja kita punya banyak teman dan kenalan, punya kesempataan untuk menambah ilmu dan wawasan dan masih banyak lagi. Semua itu anugerah yang patut disyukuri. Sungguh kelewatan jika kita merespons semua nikmat itu dengan bekerja ogah—ogahan.
2. Kerja adalah amanah
Apa pun pekerjaan kita, pramuniaga, pegawai negeri, pengusaha atau anggota DPR, semuanya adalah amanah. Pramuniaga mendapatkan amanah dari pemillik toko. Pegawai negeri menerima amanah dari negara. Anggota DPR menerima amanah dari rakyat. Pengusaha membawa amanah dari apa-apa yang diusahakan. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela, misalnya penipuan, pemalsuan timbangan, korupsi dalam berbagai bentuknya dll.
3, Kerja adalah Panggilan.
Apa pun profesi kita, perawat, guru, penulis, pengusaha, petani, semuanya adalah dharma (pengabdian) Seperti seorang perawat memanggul dharma untuk membantu orang sakit, Seorang guru memikul dharma untuk menyebarkan ilmu kepada para muridnya. Seorang penulis menyadang dharma untuk menyebarkan informasi tentang kebenaran kepada masyarakat. Seorang petani memikul dharma untuk menyediakan pangan pangan bagi manusia. Jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai penggilan hati, kita bisa berucap pada diri sendiri ( “I’m doing my best!” (Saya melakukan uapay terbaik). Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kurang baik mutunya.
4. Kerja adalah Aktualisasi Diri
Pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakikat manusia yang tertinggi, sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat. Apapun pekerjaan kita, baik dokter, akuntan, ahli hukum, karyawan pabrik maupun petani semuanya merupakan peluang untuk wahana aktualisasi diri.

Meski kadang membuat kita lelah, bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa “ada” (exist). Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk termenung (bengong) tanpa pekerjaan.

Secara alami, aktualisasi diri itu bagian dari kebutuhan psikososial manusia. Dengan bekerja, misalnya seseorang bisa berjabat tangan dengan rasa pede ketika berjumpa koleganya. “Perkenalkan, nama saya miftah dari perusahaan kemilau,” keren kan ? .Nah itu, Jika kita mempunyai pekerjaan, kita bisa berbangga kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.
5. Kerja adalah Ibadah.
Semua pekerjaan yang halal merupakan bagian dari ibadah. Kesadaran ini pada giliranya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas, bukan demi mencari uang atau jabatan semata. Bekerja dengan niat ibadah dapat merupakan bentuk bakti dan ketakwaan kepada Allah, sehingga melalui pekerjaan, manusia mengarahkan dirinya pada tujuan agung Sang Pencipta.
6. Kerja adalah Seni. 
Apa pun pekerjaan kita, bahkan seorang peneliti pun, semua adalah bagian dari seni. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan perasaan senang (enjoy) seperti halnya melakukan hobi. Jansen mencontohkan Edward V. Appleton, eoarang fisikawan peraih nobel. Dia mengaku, rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah dia bisa menikmati pekerjaannya.

“Antusiasme lah yang membuat saya mampu bekerja berbulan-bulan dilaboratorium yang sepi,” katanya. Jadi, sekali lagi, semua kerja adalah seni. Bahkan ilmuwan seserius Einstein pun menyebut rumus-rumus fisika yang njelimet itu dengan kata sifat beautiful.
7. Kerja adalah Kehormatan.
Seremeh apa pun pekerjaan kita, itu adalah sebuah kehormatan. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik, maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita. 
Contoh etos kerja ibnu sina, ilmuwan islam yang lahir tahun 370 hijriyah. Ibnu Sina merupakan seorang ahli filsafat yang terkenal dan telah menulis banyak buku termasuk buku obat-obatan yang menjadi dasar dan acuhan ilmukedokteran zaman sekarang, ekalipun sempat dipenjara, beliau terus menyusun ilmu falsafah dan sains dalam islam dan telah memberikan sumbangan yang sangat besar dalam perkembangan islam.

Contoh etos kerja Galileo, Ilmuwan itali ini memberikan umbangan besar tehadap perkembangan metode ilmiah. Galileo lahir diPisa thun 1564, selagi muda belajar di Univeritas pisa tetapi berhenti karena urusan keuangan. Meski begitu tahun 1589 dia akhirnya menjadi pengajar diuniversitas itu. Pada tahun 1616 dia diperintahkan menahan diri dari menyebarkan hipotesa mengenai matahari centris. Galileo merasa tergencet dengan pembatasan ini selamabertahun-tahun. Baru sesudah tahun 1623, walau samar-samar larangan bauat Galileo tidak lagi dipaksakan. Dia tidak dijebloskan kedalam bui tetapi sekedar tahanan rumah, dia tidak boleh terima tamu, dan agar dia terbuka mencabut 

Kembali pendapatnaya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. Ilmuwan berumur 69 tahun ini melaksanankan didepan pengadilan terbuka. Ada ceritera masyhur bahwa sehabis Galileo menarik lagi pendapatnya dia menunduk kebumi dan berbisik pelan “Tengok dia masih bergerak.
8. Kerja adalah Pelayanan.
Manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja tetapi untuk melayani, sehingga harus bekerja dengan sempurna dan penuh kerendahan hati. Apa pun pekerjaan kita, pedagang, polisi, bahkan penjaga mercusuar semuanya bisa dimaknai sebagai membantu kepada sesama.

Dengan didasari dengan 8 etos kerja ini, maka akibatnya kerja keras akan tidak terasa sebagai beban, bahkan insya Allah akan menghasilkan keadaan-keadaan yang manfaat barokah dan akhirnya sebagai tertuang dalam dalam ungkapan:

“Tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah”.
“Memikul kayu lebih mulia dari pada mengemis”.
“Orang iman yang kuat lebih baik dari pada orang iman yang lemah”.

Demikian penjelasan tentang 8 Etos Kerja Profesional apabila ada yang belum jelas silahkan ditanyakan melalui kotak komentar. Semoga bermanfaat bagi anda

about author

Blogger Sens it website about blogger templates and blogger widgets you can find us on social media
Previous Post :Go to tne previous Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan manfaatkan kotak komentar dibawah ini untuk bertanya, menanggapi, menambahkan pendapat dan tempat untuk berdiskusi. Mohon maaf sebelumnya, setiap link hidup akan terhapus secara otomatis.